Showing posts with label poem. Show all posts
Showing posts with label poem. Show all posts

4.9.12

Percaya dan Tunggu Saja

Kalian tahu apa yang mereka bilang tentang menunggu?
Kalian tahu kalau semesta sebenarnya selalu beri apa yang kita mau?
Cobalah berjalan sangat pelan, seperti singa yang kekenyangan.
Seperti aku.
Dan lihat siapa yang kutemukan...
Benar kan, semesta selalu beri apa yang kita mau.

2.12.11

Cinta Tak Bisa Tumbuh Di Atas Aspal

Mereka marah terjebak dalam antrian
Mereka bergumam tak karuan di balik bisingnya penggalian
Mereka sesak dihujam debu pembangunan

Apalah artinya pertumbuhan tanpa pendidikan
Hanya mengkerutkan otak mereka jadi menyebalkan

Tapak kaki kami menipis terkikis batuan
Berjalan jauh mencari rumput basah bekas hujan

Pencakar langit bukan mau kami
Hanya perang elit mendamba gengsi

Mungkin anak kami nanti tak akan tahu bahwa bunga itu harum
Semuanya sama berbau metana

Ini bukan kemajuan
Ini lumbung uang berkedok lahan pekerjaan

Ini adalah kemunduran
Kualitas hidup yang dipertaruhkan

Mereka saling memaki karena depresi

Mereka saling membenci karena kehabisan akal

Sudah kubilang..

Cinta tak bisa tumbuh di atas aspal

9.8.11

Menghilang Pelan-Pelan

Pelan-pelan senyum mereka bergeser menyeringai aneh

Lalu mata mereka berubah sayu dan pipi mereka memerah

Mereka menjadi gila seperti buta

Seketika memudar bersama riuhnya pesta barbar kekinian

Tak sadarkan diri dalam fana konsumsi yang tak peduli mereka hidup atau mati

Hai kawan lama, Masih bagus kamu bisa lihat matahari pagi ini...

3.7.10

i just want to be yours

I don't want to be cool
I don.t want to be smart
I don't want to be strong
I just want to be yours
(but to be yours a person must have all that)

puisi ini punya teman saya, vantiani. dia nggak tahu mau taro di mana. akhirnya dia minta untuk titip di blog saya...

10.6.10

Suatu Hari Nanti

Suatu hari nanti
Kami tidak akan berkerja selarut ini
Ketika hirarki kelas telah mati
Ketika hidup ini lebih dari sekedar menjual dan membeli
Ketika mengabdi berganti dengan berbagi
Suatu hari nanti

25.4.10

Sekeras beku

Kalo kamu sekeras beku dan aku sekeras es batu, siapa yang akan membiarkan kita mencair lalu mengalir? Matahari?

19.4.10

Beritakan Berita

Suara adalah corong bagi lidah kelu ribuan buruh
Tinta adalah ilustrasi atas ribuan petani bersimpuh

Jangan sebarkan dusta dengan sensasi yang menjadi pendapatan televisi
Kalau kami saja mudah tertipu, apalagi ratusan pengais sampah-sampah industri

Menyampaikan pada dunia bahwa ribuan penganggur mencoba selamat dari kiamat,
Lebih baik daripada membudayakan barat demi kepentingan pasar

Ketika kata adalah senjata, maka media lebih kuat dari tentara
Merasuki setiap jiwa yang kehilangan identitas seraya embrio-embrio predator mulai menetas
maka, ketika itu pula ratusan pengrajin mati tergilas

Biarkan corong-corong mengaum dengan keras
Biarkan tinta hitam mencorat-coret langit tanpa arahan artistik dari tangan dedemit kapital

Ucapkan kepada mereka fakta
Walaupun itu borok dari luka yang paling dalam sekalipun

Beritakan mereka berita

16.10.09

Ukur kedalamannya tanpa pendar, lalu berikan aku definisi

Kali ini lebih terngiang dari seruan para demonstran.
Seketika aku tak tahan dan ingin kembali ke sana.
Getaran suara seperti nuansa terbuai dalam dekapan surga.
Kilatan rekam ulang terlalu terang membutakan, beradu dengan ragu tak mampu angkat dagu.
Tidak boleh ada yang terlalu manis di dunia ini karena semua harus sesuai pada porsinya.
Tapi berikan aku definisi ketika semua tumpah ruah melebihi kapasitasnya.
Rekam ulang kembali terus menyambar bak kilatan ledakan mortir di medan perang.
bagaimana kau menyelesaikan rumus untuk menjawab hitungan dengan koma tak terhingga, Abraham?

24.6.09

Distraction

i need a distraction
something to distract my thoughts of you
but you are very distracting

16.4.09

Dibalik Hujan


aku merasa aman bersembunyi di balik embun dan tetes hujan.
sesekali aku mencoba sedikit membuka jendela
dan untuk sesaat aku dapat mengenali karakteristik di luar sana
bau basah mengikat penciuman dan dinginnya udara menggelitik jari.
tapi terlalu dingin, aku belum sanggup menjejakkan kaki di tanah basah
untuk sementara aku nyaman bersembunyi di balik embun dan tetes hujan

6.4.09

the same


i want the same paper with better story written
i want the same letters with unlimited pages
i want the same theories with right implementation
i want the same phylosophy with wise acceptance
i want the same book with brand new chapters

sometimes i don't think that reading is the best
but i skip the rest..
i want the same writer keep writing inside my chest
"here's paper and a pen" i said
i wish i could stay here until the story end
and begin to read without hesitate

i just want the same

9.3.09

Bagaimana bisa?

menunggu suara manis menjawab dengung nada sambung
menerima ditinggal lelap setengah mabuk
mendengarnya kehilangan bara ketika tampak luar tak pernah berbeda
mencoba mengerti ketika harus mati langkah oleh standar dinasti konservatif
menanti sekedar tanggapan akan bagaimana debar jantung selanjutnya
sungguh melelahkan...
bagaimana bisa kau bertahan di tengah gurun Abraham?

I've seen like the ancient hebrew

Mesin terlalu canggih lintas waktu dan pijakan kaki
Abjad demi abjad demi semakin kurang jarak dengan tempat berlabuh
Namun Pelabuhan tak terlihat dan sistem operasi membuat jengkel
Pertanyaan tak terjawab mengenai intensifitas akan membuat berhasil
Mengenai bagaimana sikap paling ideal untuk diputar di layar besar
Juga mengenai hati teguh yang juga kesana kemari
Tanda kehidupan merah muda dari atas sana tetap buram
Membutuhkan perjalanan kata seorang teman
Waktu dan ketidakmudahan analisa membuat takut percuma
Biarlah percuma, bagaimana dengan salah jalan?
Propaganda dan manifesto kecil-kecilan malu-malu keluar
Tampak harus lebih persuasif bahkan memabukkan
Tanpa diikat pun akan sama saja
Karena sangat cepat pun bisa tapi setiap tujuan masih sama buramnya
Tidak tersentuh juga sesuai arti merujuk kisah zaman dahulu
A woman of high rank
Apakah Abraham juga memutar otaknya?